30 September, 2009

Spirit of love (indonesian version)


Jangan pernah meremehkan "spirit of love". Mungkin kadang-kadang ini terdengar murahan karena kita sering mendengarkannya dari lagu-lagu pop cengeng murahan. Tapi beda halnya manakala kita mengalaminya sendiri. Kalimat yang ringan ini tidak akan terdengar semurahan yang kita bayangkan.


Saya ingin menceritakan tentang placement tests di Waseda Business School. Saya sudah bersiap dari jauh-jauh hari bukan untuk bisa melewati tes ini (khususnya tes statistik) tapi persiapan mental untuk tidak down ketika diumumkan bahwa saya harus ikut ujian perbaikan setelah mengikuti kelas intensif nantinya.

Pikiran ini tetap ada sampai menit-menit menjelang pengumuman. Ternyata pengumuman dipercepat dan salah seorang teman dari korea mempersilahkan saya untuk melihatnya dari laptopnya (karena cuma dia yang bisa tersambung dengan jaringan website kampus).

Ajaib...!!! Saya melihat di antara deretan nomor identitas siswa sederet nomor yang saya kenal, nomor identitas saya!!
Beberapa detik setelah itu pikiran saya tiba2 blank, gambaran anak tertua saya melompat-lompat kegirangan, menyerukan teriakan-teriakan kegembiraan merayakan keberhasilan ayahnya, seketika terlintas seperti lintasan iklan film baru keluaran Hollywood.  Dan di atas kasur, adik bayinya melongo memperhatikan kami dan berusaha keras memahami apa yang terjadi. Tapi saya juga melihat dia tersenyum dengan ocehannya oooh,... aaah. Padahal Ekspresi ini bahkan belum pernah saya saksikan sebelumnya karena saya sudah harus meninggalkannya saat usianya baru 2 bulan.

Seketika hari itu menjadi hari terindah saya berada di Jepang sejak saya tiba di sini. Kenangan yang tak pernah terlupakan walaupun teramat singkat. Sekarang saya merasakan semangat luar biasa untuk menghadapi tantangan dan halangan apapun yang mungkin saya hadapi selama 2 tahun yang teramat berat ini. ....

Dan saat ini saya menyadari betul bahwa tidak ada yang terlalu sulit untuk dihadapi sepanjang saya tahu bahwa gadis-gadis kecil saya tetap mencintai saya. Karena apapun yang saya lakukan saat ini adalah juga demi cinta saya kepada mereka.  Jadi, sampai batass waktu memisahkan kita, saya tidak akan pernah lelah berusaha untuk apapun yang membuat kalian semua merasa bangga thd ayahnya.... I Love ya'll.

0 komentar:

Posting Komentar