14 September, 2009

Nan ji ni kimashita ka? (Jam berapa kamu tadi tiba?)

Ide tulisan ini muncul dari obrolan ringan dengan seorang kawan. Awalnya bicara kultur disiplin orang-orang Jepang, mengalir ke pengalaman di kelas kursus bahasa Jepang. Sudah terbiasa untuk memperlancar pengucapan, Sensei membiasakan menanyakan kegiatan-kegiatan sederhana kita, semisal bangun jam berapa, makan (menunya) apa, kegiatan malam ngapain, week end mau kemana dan sebagainya.

Ada 2 kosakata sederhana yang sangat mirip dalam bahasa Jepang, Kimasu : artinya tiba, sampai. Bentuk lampaunya Kimashita. Dan yang kedua Ikimasu : artinya berangkat, bentuk lampaunya Ikimashita. Adalah kebiasaan yang masih sulit dihilangkan dalam masa 3 minggu saya berada di Tokyo adalah kebiasaan ngaret. Sebenarnya ini sesuatu yang sudah sangat difahami bahkan oleh yang belum pernah ke Jepang sekalipun.

Beberapa kali kejadian, saya datang tepat saat kelas dimulai atau beberapa menit setelah kelas mulai. Padahal yang diinginkan kultur di sini adalah kita tiba sebelum kelas dimulai. Jika ini terjadi bisa dipastikan pertanyaan hari itu akan mencakup "Nan ji ni kimashita ka" (Jam berapa (hari ini) kamu tiba (di kelas)?). Sangat jelas pertanyaan sensei dimaksudkan untuk menyindir kebiasaan saya yang diluar batas toleransi kultur mereka. Tapi secara spontan, otak 'bela diri' saya berputar dan ketemu ide... saya jawab "ku ji ni han (i)kimashita" (Jam 9.30 saya berangkat)... tentu saja gak nyambung antara pertanyaan Sensei dengan jawaban saya. Tapi dengan pelafalan "i" (yang disamarkan) di depan (i)kimashita... pertanyaan Sensei tidak jadi melebar ke ceramah soal kultur disiplin yang memang sudah berkali-kali dijelaskan. :-)


With all respect to both of my Nihon go Sensei(s).
Another lonely monday in my room...

0 komentar:

Posting Komentar